Masalah Bukan Pada Hammernya, Tapi Mentalnya

Masalah Bukan Pada Hammernya, Tapi Mentalnya

Banyak orang mengeluh, curhat tentang kondisi pandemi. Kesulitan – kesulitan sebab pandemi.

Sebenarnya sulit karena pandemi atau sulit karena yang lain?

Coba bayangkan, sebuah palu yang dipakai menghancurkan 3 bahan terbuat dari baja, kayu dan kaca.

Palu yang dibuat ngetok kaca, sekali atau paling banter 2x udah pecah.

Palu yang dibuat ngetok kayu, butuh tenaga yang kuat sampai melengkung.

Palu yang dibuat ngetok baja, bunyinya nyaring. Sampai yang ngetok kecapean juga, tapi baja tetep utuh.

Sama halnya ketika pandemi, seumpama palu yang ngetok kondisi kita. Semua orang mengalami pandemi yang sama. Ketika pandemi sudah mulai surut, ekonomi naik sekian persen, kita semua dalam kondisi ekonomi mulai naik. Qodarullah kembali mulai di rumah lagi.

Dengan kondisi saat ini, apakah kita menyalahkan palu, atau sadar dan terima kenyataan kondisi pandemi dengan menguat menjadi baja.

Kita harus sadar diri, apakah kita seperti baja, kayu atau kaca. Sangat tangguh, relatif tangguh atau mental gampang petjaaahhh.

Kondisi sesulit apapun, kita musti tangguh bagai baja. Mental baja, kondisi sesulit apapun ya hadapi.
Ketemu jalan buntu, cari jalan alternatif. Kalo kondisi gak memungkinkan, kita belajar cara baru. Belajar ilmu baru, jurus baru. Apapun keadaannya, berusaha beradaptasi.

Kalo mental kaca, dikit-dikit ngeluh. Menyalakan ekonomi, menyalahkan produk, menyalahkan leadernya, menyalahkan keluarga, lama-lama kehabisan alasan menyalahkan Allah. Nah, Mending Berusahalah Survive Apapun Situasinya.

mental pengusaha 2
British Propolis (BP) sangat bisa diandalkan untuk menjaga stamina pengusaha dan mengobati sakit seperti batuk, flu, demam, maupun penyakit berat.

Bagaimana Caranya untuk Survive di Masa Pandemi ini? Simak Tips Berikut Ya :

1. Kondisi akan selalu penuh tantangan.
Sadarilah bahwa kondisi akan selalu penuh tantangan.
Kondisi sulit, kompetisi mungkin sedikit. Sebaliknya ketika kondisi mulai pulih, ekonomi mulai sehat, kompetisi pasti sengit.

2. Terima kenyataan.
Jujur dengan diri sendiri kita mau jadi kaca atau jadi baja. Hanya kita yang bisa memutuskan mau tangguh seperti baja atau serentan kaca gampang pecah hancur berkeping keping.

3. Siap mental.
Menyadari ini adalah tantangan. Jadikan kapasitas diri kita lebih tinggi agar mampu mengatasi setiap tantangan yang ada di depan kita.

Selalu upgrade diri supaya kemampuan berada diatas tantangan yang dihadapi.

Banyak orang dalam kondisi yang aman akhirnya terlena, sementara dunia selalu berubah perlahan tahun demi tahun atau tiba-tiba seperti pandemi. Begitu terkena, jadi menyalahkan kondisi.

Harus jujur pada diri sendiri, kekurangan kita apa dan apa yang harus kita lakukan.

Sesungguhnya kita gak bisa atasi pandemi. Sekalipun pandemi selesai kita gak bisa tekan kompetitor untuk bersaing sengit.

Tingkatkan kapasitas diri dengan belajar, rajin baca buku.
Rajin searching di youtube.
Cari jawaban dari sesama mitra yang berprestasi.
Cari jawaban dari mentor yang lebih berpengalaman.

Apapun yang terjadi, walaupun kondisi tambah sulit. Tetap bisa diatasi dengan selalu melihat ke depan.

– Ke depannya apa yang akan terjadi.
– Ke depannya, tren penjualan seperti apa.
– Apa yg dibutuhkan pelanggan, apa yang tidak dibutuhkan.
– Metode penjualan seperti apa dalam kondisi pandemi.

Kesulitan melakukan penjualan offline, karena customers berubah dari offline atau face to face.

Ke depannya walaupun kondisi pandemi sudah release, customers tetap enggan untuk ketemu atau offline, kebanyakan ingin terus lewat online karena sudah terkondisikan sesuatu yang nyaman.

Dengan socmed atau online, banyak waktu dipangkas, praktis banyak menghemat biaya dan tenaga.

Zaman sudah berubah, selalu lihat ke depan dan selalu perbesar kapasitas diri agar setiap tantangan bisa diatasi.

Berusaha untuk menjadi pengusaha yang nyaman berkomunikasi dengan customers, lancar dan mahir penjualan online.

Antisipasi ke depannya ini akan terjadi. Tingkatkan keahlian kita dalam penjualan online baik telponan atau video call, socmed atau zoom.

The Hammers Forges Steel But Shatters Glass.

Pepatah mengatakan, Palu membentuk baja tapi menghancurkan kaca. Baja ditempa menjadi pedang dengan di bakar panas, langsung dicelup dingin dan diketok terus berulang ulang. Baja tidak pecah karena dibentuk terus menerus.

Semoga bermanfaat.
😊🙏😊

*Bunda Naning*

(Mentor BP dan Pendiri Komunitas BEE CORPS)

bunda naning dan bunda lia
Bunda Naning & Bunda Lia

 

Minat Gabung jadi Mitra BP dengan Bimbingan Digital Marketing RWP?

Logo Chat WA Admin

Kunjungi Landing Page Bisnis Kemitraan BP>>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)