Menyesal

menyesal sebelum tua
Lebih baik menyesal sekarang selagi muda, sebelum Anda menyesal kemudian di saat tua.

Beberapa waktu lalu, Saya sempat berbincang-bincang dengan seorang Satpam di sebuah Cafe di Bogor.

Ada yang menarik perhatian Saya terhadap sosok beliau, yaitu beliau selalu shalat tepat waktu. Begitu waktu adzan tiba, beliau bergegas menuju ke mushola untuk menunaikan sholat fardhu.

Lahan parkir yg merupakan tanggung jawabnya ditinggalkan sebentar untuk menyambut panggilan Allah tsb.

Siang itu, Saya dan 4 orang murid yang belajar Digital Marketing mengambil waktu istirahat sebelum adzan zuhur berkumandang. Ketika sampai di Musholla di lantai 2, waktu adzan pun tiba. Ternyata Pak Satpam tadi sudah ada juga di Mushola. Saya pikir, hebat juga nih Satpam!

Kami pun sholat zuhur berjamaah termasuk Pak Satpam tadi yang ikut di belakang. Selesai sholat & zikir sebentar, Pak Satpam langsung bergegas ke bawah menuju lahan parkir. Mungkin beliau merasa bertanggung jawab juga karena kendaraan yang keluar masuk perlu pengaturan khusus. Maklum lahan parkirnya tidak terlalu luas, jadi perlu ada pemandu seperti Pak Satpam ini.

Singkat cerita, sore hari sebelum pulang Saya ngobrol & kenalan dengan Pak Satpam. Kalau tidak salah namanya Daryono.

Karena Saya pakai Peci yg biasa untuk sholat, dikira beliau kami belajar ilmu agama tadi saat ngumpul di ruang meeting cafe. Ha..ha..ha..😄Sampai-sampai Saya dipanggil ustadz!

Kata Pak Daryono, “Ilmu agama itu penting ya Pak Ustadz. Saya dulu waktu muda gak sempat belajar banyak tentang ilmu agama (Islam). Kalau Saya diijinkan libur (sesaat) dari tempat kerja ini, Saya mau belajar ilmu agama kayak gitu. Karena di umur kayak Saya ini, yang dicari adalah persiapan akhirat.”

Perkiran Saya umur Pak Daryono 50 tahun ke atas (sekitar 55 tahun). Lalu beliau sempat curhat tentang 3 orang anaknya. Dua orang sudah tamat sekolah dan 1 orang lagi masih setingkat SMP. Beliau selalu pesan ke anaknya: “Nak, satu pesan Bapak yg harus selalu diingat, jangan pernah tinggalkan sholat ya..!”

Menyesalnya Pak Satpam Daryono masih mending karena konsisten berubah menuju kebaikan. Meski terkesan terlambat jika dilihat dari umurnya, namun jika beliau dipanggil Allah itu adalah akhir yang baik (khusnul khotimah Insya Allah).

Lalu bandingkan dengan orang yang menyesal ketika sudah berumur 50 tahun atau 60 tahun baru memulai bisnis. Meski tidak ada kata terlambat memulai bisnis di usia tua, namun akan beda tenaganya jika memulai bisnis saat usia muda. Kebetulan Saya dikasih titipan Allah mengajar ribuan murid sejak tahun 2009. Umur mereka bervariasi, dari umur belasan tahun (SMP) sampai umur 80 tahun lebih.

Kategori usia muda produktif bisa sebelum nikah atau sudah nikah tapi masih punya anak 1-2 orang. Ya umurnya masih kisaran 30 tahun atau kurang. Atau umur 40 tahunan.

Di usia tersebut, pikiran masih bisa berpikir cerdas dan tidak mudah capek. Fisik masih kuat untuk dibawa kerja di dalam atau di luar ruangan. Tinggal kita pilih Bisnis mana yang bisa menghasilkan profit mantap & bisa jadi pondasi untuk persiapan pensiun.

Berapa banyak Saya menerima murid yang belajar bisnis ketika mau pensiun atau ketika umur sudah di atas 50 tahun. Bahkan ada yang baru belajar Bisnis ketika sudah pensiun atau umur mendekati 60 tahun. Dan pecah rekor di Saya pernah menerima murid yang belajar bisnis ketika umurnya 81 tahun dan 83 tahun (1 dari Padang dan 1 dari Bogor).

Hey, Saya mau katakan kepada Anda yang masih muda, Anda yang masih bekerja di bawah umur 50 tahun: jika ingin memulai bisnis, jangan menunggu tua. Jangan menunggu usia pensiun!

Jangan pula memulai bisnis ketika sudah terdesak atau sudah gak punya gaji. Atau ketika gak punya penghasilan sama sekali. Jika bisnis dimulai dari situasi terdesak di atas, maka pergerakan bisnis Anda akan terburu-buru. Anda selalu terburu-buru ingin sukses. Gak bisa menikmati proses. Karena yg Anda butuhkan saat terdesak adalah duit cepat untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Begitu satu-dua kali mencoba dan belum menghasilkan, Anda cepat down. Anda cepat merasa putus asa. Padahal itu belum apa-apa. Itu namanya baru proses belajar bro!

Bisnis itu butuh ilmu, lalu ilmunya butuh dipraktikkan dalam penjualan sehari-hari. Semakin banyak ilmu & praktik, semakin tinggi jam terbang Anda. Nah, jam terbang tinggi inilah yang membedakan Pebisnis yang sukses dan belum sukses (gagal).

Banyak orang yang merasa gagal dalam bisnis karena jam terbang rendah & terburu-buru ingin sukses. Uang sudah diinvestasikan jutaan rupiah, namun pengennya cepat untung. Karena belum dapat untung gede, dia beralih ke bisnis lain.

Nah, di bisnis lain juga sama. Sudah investasi jutaan rupiah, namun merasa gagal lagi. Pertanyaan Saya: sampai kapan Anda bersifat demikian? Gonta-ganti bisnis sampai umur Anda menua?

Jangan sampai Anda menyesal di usia tua belum punya bisnis yang menghasilkan rutin. Sudah umur 50-60 tahun masih juga mencari bisnis yang katanya profit.

Jika demikian, cobalah Bisnis BP Grup selagi usia Anda muda. Selagi Anda punya modal untuk menjalankannya dengan tenang. Jadilah orang yang memberikan manfaat untuk keluarga & masyarakat dengan Bisnis Sukses yg akan Anda miliki kelak. Gampang zakat, gampang sedekah. Gampang membantu saudara yang kesulitan. Dan dimudahkan menjalankan ibadah karena fasilitas harta yg kita miliki.

Namun bagi Anda yg sudah berumur 50-70 tahun dan ingin menjalankan Bisnis BP Grup, tidak ada kata terlambat. Selagi mau fokus belajar & praktik, InsyaAllah akan sukses juga. Anda berpeluang menciptakan amal soleh yg bermanfaat untuk orang lain dengan wasilah Bisnis Sukses BP Grup. Sudah banyak bukti testimoni sukses mitra BP Grup dari berbagai kalangan umur.

Ingat, salah satu yang dihisab pada hari kiamat kelak adalah pertanggungjawaban umur: apakah baik amalnya atau jelek amalnya.

“Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun baik amalnya.” “Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?”, tanya laki-laki tadi. Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun jelek amalnya.” (HR. Tirmidzi).

Semoga bermanfaat!

Davit Putra. S.Si RWP
Konsultan Digital Marketing Perusahaan

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)